RSS

Profil - Tavi


Tavi Gevinson  A Sensational Fashion Blogger


Tavi, yang lahir pada 21 April 1996 ini adalah nama dibalik popularitas blog fashion Style Rookie. perempuan ini memulai blogging waktu berumur 11 tahun, yang padahal cuma berbekal kamera poket dan tripod tua punya ayahnya. Tavi bukanlah seorang terlalu yang ahli dalam bidang fashion, tetapi di dalam blog fashionnya dia tidak membatasi apa yang akan di posting. Inspirasi gayanya yang punya  statement itu sebagian besar berasal dari majalah, diimbangi sama selera film, dan musik yang cenderung rumit dan beda dari perempuan seusianya. Tidak butuh waktu yang lama, setahun berikutnya blog dan gaya Tavi bolak balik dijadiin feature di majalah-majalah kayak Pop, Teen Vogue, dan French Vogue. Tavi juga pernah menulis buat Harper’s Bazaar, dan mendapatkan semua yang diimpikan fashion lovers. Mulai dari diundang ke runway shows, sampai bareng sebaris sama editor majalah dan desainer, sampai kebanjiran pujian dan fashion items yang semuanya gratis. Blognya Style Rookie sekarang sudah punya lebih dari 1,5 juta pengunjung tetap tiap bulannya.

Melihat karir Tavi sebagai fashion blogger yang cemerlang bikin banyak orang penasaran soal latar belakang keluarganya. Tavi memang bukan berasal daro keluarga yang tinggal di daerah elit. Keluarga Tavin tinggal di Oak Park, Illionis, Chicago, yang tidak mendidik anaknya-anaknya untuk kenal dunia fashion sejak kecil. Makanya kedua orang tuanya Tavi kaget waktu tahu aktifitas fashion blogging Tavi ternyata sampai bakal dijadikan cerita di New York Times magazine. Walaupun nama Tavi sudah mendunia tapi tetap tidak ada yang berubah, orang tua Tavi mendukung penuh apa yang dilakukan Tavi. Bahkan, kedua orang tua Tavi bergantian jadi pendamping saat anaknya harus hadir di berbagai fashion event yang tidak jarang diselenggarakan diluar benua amerika.

Meski diidolakan banyak desainer terkenal dan sering diundang ke berbagai sekolah dan kampus untuk jadi pembicara tentang social media dan industry fashion menurut perspektifnya di sekolah dan kampus, kesuksesan Tavi ini tidak selalu dapat tanggapan yang positif yang sama. Sering juga malah Tavi bikin iri banyak blogger remaja lainnya, terutama soal umurnya yang masih muda banget tapi udah dapet kesempatan sebesar ini. Belum lagi soal kritikan yang asalnya dari orang-orang fashion itu sendiri, kayak editor Elle, Annne Slowey, yang mengganggap isi blog dan gayanya Tavi tidak cukup otentik buat dijadikan trendsetter. Bukannya tidak pernah merasa ‘jatuh’, Tavi sendiri pernah nangis dan sempat vakum blogging karena komentar jelek dari orang lain. Tapi dengan dukungan orang-orang yang percaya padanya, Tavipun balik lagi dan siap ngebuktiin kalau umur bukan segalanya.

Banyak yang menanyakan keputusannya untuk tidak muncul di acara yang dianggap bukan segmen pasarnya. Buktinya dia memilih untuk menolak tawaran tampil di oprah dan The Tonight Show. Dia merasa audiens show besar macam itu bukanlah orang-orang yang dia ingin tahu tentangnya. Dia sudah sangat senang bisa menyeimbangkan karir fashion dan kehidupan remajanya kayak sekarang. Tapi buat masa depannya nanti, Tavi masih belum yakin akan terus ada di dunia fashion.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Editorial - Teori SEES


Masih Layakkah Ujian Nasional?


Ujian Nasional 2012 akan dilaksanakan pada bulan April dan Mei untuk jenjang SD, MI, MTS, SMP, SMA, MA, SMK. Sekolah, guru dan siswa sekarang sudah mulai terkena kegandrungan UN 2012. Semua sudah mulai bersiap-siap bagaimana bisa lolos di UN 2012.  Sebagaimana yang diketahui, Ujian Nasional merupakan syarat kelulusan bagi para siswa dan siswi yang telah menempuh masa pendidikan sesuai dengan tingkat pendidikan.

Namun, dengan menjadikan Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan yang mutlak, membuat siswa dan siswi harus memutar otak bagaimana dapat melewati Ujian Nasional dengan baik dan lancar. Tidak jarang sebagian besar siswa dan siswi menempuh jalur yang dikatakan ‘Curang’ dengan membeli kunci jawaban.

Fakta mengenai kunci jawaban ini, memang sudah sarat di dengar dari tahun ke tahun sejak awal mulai Ujian Nasional dijadikan syarat kelulusan. Banyak siswa siswi yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli kunci jawaban demi menyukseskan Ujian Nasional.


Pemerintah, masih berpegang erat dengan menetapkan bahwa Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan untuk setiap tingkat pendidikan. Namun, dengan banyaknya fakta kejadian mengenai kunci jawaban, tidak membuat pemerintah mau membuat alternatif lain yang menjadi syarat kelulusan ujian nasional.
Melihat bagaimanapun pemerintah melalukan penjagaan ketat terhadap jalannya Ujian Nasional, tidak menyurutkan fakta bahwa kunci jawaban tersebut masih tetap beredar, dan yang melakukannya adalah ‘orang dalam’ . melihat fenomena yang terjadi dari tahun ketahun, tidakkah pemerintah berpikir ulang mengenai alternatif lain sebagai syarat kelulusan?

Bukan merupakan hal yang sulit mengenai bagaimana cara mendapatkan kunci jawaban,
BANDUNG, Kunci jawaban ujian nasional (UN) SMP/MTs di Kota Bandung diduga beredar melalui grup BlackBerry (BB) milik siswa. Hal itu diakui salah satu siswa SMP di Kota Bandung, sebut saja Budi, pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional yang mengujikan mata pelajaran bahasa Indonesia.
Budi mengaku, kunci jawaban yang beredar lewat grup BB tersebut untuk lima paket soal Ujian Nasional. Menurutnya, pesan yang beredar berisi kunci jawaban ini hanya berupa abjad sesuai jenis soal UN yang merupakan pilihan ganda. Setiap masing-masing paket terdapat kunci jawaban yang berbeda.
Pemerintah, diharapkan memikirkan alternatif lain yang menjadi syarat kelulusan bagi setiap tingkat pendidikan. Banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi dikalangan siswa dan siswi, harusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam menetapkan syarat kelulusan. Dengan beredarnya fakta-fakta mengenai kunci jawaban, masih layakkah menjadikan Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan yang mutlak?

 Teori yang digunakan : Teori SEES



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Editorial - Koran


Editorial

Haruskah Mahasiswa Turun Tangan ‘Lagi’  dan Jadi Korban ‘lagi’ ?

Rencana kenaikan harga BBM per 1 April tampaknya membuat banyak pihak harus turun tangan untuk menolaknya.  Tidak hanya partai oposisi ( Fraksi PDI-P, Fraksi Gerindra dan Fraksi Hanura ) yang menolak kebijakan pemerintah, tetapi juga mahasiswa dari berbagai universitas ikut ambil bagian dalam menolak kenaikan harga BBM.
Seperti yang terjadi  di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (29/3), Sebanyak delapan mahasiswa dilaporkan mengalami luka tembak dalam aksi demo berbuntut bentrokan antara mahasiswa dengan aparat. Dari delapan mahasiswa, tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Belum lagi bentrok mahasiswa yang terjadi pada Jumat ( 30/3) di depan gedung DPR, yang mengakibatkan korban baik mahasiswa dan juga pendemonstran yang bukan mahasiswa.

Kejadian tersebut mengingatkan kita akan kejadian Mei 98 yang dimana mahasiswa berani turun tangan langsung sebagai penyalur aspirasi dari rakyat yang hanya bisa bungkam melihat jalannya pemerintahan. Geramnya mahasiswa terhadap pemerintahan yang sulit sekali dideskripsikan dengan kata-kata, membuat mahasiswa mengambil cara-cara anarkis dalam menyalurkan kekesalan mereka terhadap pemerintahan.

Dalam kejadiaan ini tidak ada pihak yang bisa disalahkan baik mahasiswa ataupun aparat yang bertugas. Tetapi, dari kejadian ini, baiknya menjadi salah satu pertimbangan bagi Pemerintah pada saat ingin membuat kebijakan-kebijakan yang dapat berdampak besar bagi rakyat, serta mengimbangi kinerja pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Sehingga, tidak membuat mahasiswa harus turun tangan setiap kali pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi rakyat, dan jangan sampai harus ada korban ‘lagi’.

Selain pers yang dianggap sebagai Watch Dog , dalam pemerintahan, sebaiknya pemerintah juga harus memperhitungkan Mahasiswa sebagai watch dog, yang mengawasi jalannya pemerintahan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Feature Human Interest


“Jakarta Itu Kota Keras, Tut…”

Jakarta merupakan Ibu Kota negara Indonesia. Jakarta yang biasa dijuluki kota metropolitan ini, merupakan kota yang berada di peringkat satu untuk urusan urbanisasi. Setiap tahunnya selalu meningkat jumlah urbanisasi. Perantau dari berbagai kota berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk sekedar  mencoba peruntungan dalam mengadu nasib. Salah satunya adalah Astuti. Wanita  berusia 35tahun asal Tegal – Jawa Tengah ini, mencoba peruntungannya dalam mengadu nasib di Jakarta.
Astuti, wanita yang akrab di sapa Tuti ini, saat ini berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga di salah satu rumah, di bilangan Jakarta barat. Menjadi pembantu rumah tangga merupakan pilihan terakhirnya, dari sekian pekerjaan dan usaha yang Ia jalankan, namun tidak berjalan semulus apa yang diharapkan. “ kalau enggak jadi pembantu, mau kerja jadi apalagi toh dijakarta bermodal ijasah SD doang,” – Ujar Tuti dengan logat Jawa Tegal yang masih melekat.
Kedatangan Tuti ke Jakarta pertama kali adalah usulan  Ari salah satu saudara yang bekerja sebagai tukang sampah di daerah komplek perumahan dimana sekarang tuti bekerja. Dengan tujuan awal untuk  membantu usaha warung tegal milik keluarga dan bekerja sambilan sebagai buruh pabrik untuk membantu perekonomian keluarga. “ Nanti kamu Tut kerja di pabrik, kalo lagi gak ada shiftnya bantu-bantu di warteg” – Kata Tuti sambil menirukan perkataan Ari Saudaranya.
 Akhirnya dengan berani Tuti mau mencoba bekerja dijakarta dengan harapan dapat berhasil dan membawa hasil yang banyak saat kembali ke kampung. .sesampainya di Jakarta Tuti bekerja membantu usaha warung tegal milik keluarga sebagai tukang masak, sambil menunggu pekerjaan sebagai buruh pabrik. “kebetulan wartegnya buka disebelah pabrik jadi kalau kerja deket.” Tambah Tuti tersenyum.
Setelah cukup lama Tuti bekerja diwarung tegal, Tuti mendapat kesempatan untuk bekerja di pabrik, menjadi buruh di pabrik tersebut, namun dengan perjanjian kerja kontrak selama tiga bulan. .Setelah tiga bulan, Tuti tidak diperpanjang kontraknya sebagai buruh pabrik. “ Namanya juga orang kampung ijasah SD doang, mungkin aja kali makanya enggak diperpanjang kontraknya,”- Ujar Tuti Pasrah.
 Selesai, bekerja sebagai buruh Tuti mau bekerja di Warung Tegal usaha keluarga, namun karena ada sedikit masalah keluarga yang cukup keruh, yang akhirnya membuat Tuti memutuskan untuk mencari pekerjaan lain dan tidak bekerja lagi di warung tegal tersebut.
 Teringat dengan sang Suami dikampung yang berprofesi sebagai penjual es kelapa, Tuti mencoba peruntungannya dalam menjual es kelapa. Namun sayang, usaha Tuti tidak berlangsung lama, karena kurang laku es kelapa tersebut.”Enggak balik modal, udah modalnya pinjem sama orang dikampung, modalpun habis,” kata Ibu dari satu orang anak ini.
Akhirnya setelah beberapa bulan mengganggur, Tuti berpikiran untuk balik kekampung dan meneruskan membantu suami berjualan es kelapa. “ Pengennya pulang aja kekampung, dikota udah enggak ada yang bisa dikerjain, tapi saya kalau pulang malu enggak bawa apa-apa. Orang dikampung kalau denger ada yang mau ke jakarta pasti pada mikir kalau pulang pasti bawa uang banyak,” Ujar wanita yang masih sangat khas logat jawa tegalnya.
Akhirnya setelah beberapa bulan mengganggur, akhirnya Tuti ditawari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga oleh Saudaranya Ari , yang membawa Tuti ke Jakarta. Kebetulan ada rumah yang sedang membutuhkan pembantu, lalu menanyakan kepada Ari yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sampah. Lalu Ari mencoba menawarkan kedapa Tuti, Akhirnya, Tuti menerima pekerjaan tersebut, sudah hampir dua tahun Tuti bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman tersebut. “daripada enggak ada kerjaan, dikampung juga enggak ngapa-ngapain mendingan kerja begini, lumayan udah bisa kredit motor dikampung hehe ” ujar Tuti tertawa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

GOLPUT




Golongan Putih Itu Pilihan

 

By : Google
Jakarta, Kamis (20/9) merupakan, hari penentuan, dimana puteran kedua pemilihan Calon dan Wakil Gubernur kota Jakarta dilakukan. keteganganpun mewarnai jalannya pemilihan Cagub dan Cawagub Kota Jakarta, dimana rakyat Jakarta, menggantungkan semua harapan untuk Jakarta yang lebih baik, melalui Pemilihan Cagun dan Cawagub ini. Secercah harapan untuk Jakarta lebih baik menjadi landasan rakyat Jakarta rela meluangkan waktunya untuk pergi ke tempat pemungutan suara ( TPS ) untuk memberikan hak suaranya.
Dari sekian banyak warga yang antusias dan semangat dalam memberikan  hak suaranya dalam pemilihan Cagub dan Cawagub. Tidak sedikit warga yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya atau biasa disebut Golongan Putih (golput). Menurut Lembaga Survei Indones ( LSI ) Angka Golongan putih (Golput) di Pemilukada DKI Jakarta 2012 mencapai 37,05 persen, atau naik sekira 2,6 persen dibandingkan jumlah Golput pada pemilukada DKI Jakarta tahun 2007 yang berjumlah 34,9 persen.
Tidak dapat dipungkiri, setiap ada pemilihan pasti ada yang memilih untuk menjadi golongan putih dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah Rivanny, Mahasisiswi di suatu universitas swasta di Jakarta, merupakan  warga Jakarta yang sehari-hari melalukan aktifitas dikota metropolitan. Ditanya mengenai  mengapa memilih sebagai golongan putih? Rivanny yang akrab di sapa vanny ini menjawab, kalau terlalu banyak kekecewaannya terhadap Gubernur yang ‘lalu’, banyak janji yang tidak ditepati, banyak kata-kata yang tidak bisa dipegang dan banyak impian-impian yang tidak terealisasikan. “memang bukan semua salah Gubernur, tapi selama ini saya belum meliat action yang real yang dilakukan seperti turun langsung ke lapangan” . meskipun menjadi golongan putih, tapi Vanny berharap siapapun yang menang tidak hanya memeberi janji  untuk Jakarta yang lebih baik, namun  harus ada realisasinya, agar tidak mengecewakan rakyat Jakarta.
Menurut Lembagai Survei Indonesia (LSI ) tidak dapat dipungkiri rasa kecewa dan tidak percaya  merupakan salah satu faktor, dimana seseorang lebih memilih menjadi golongan putih dan tidak menggunakan hak suaranya pada saat pemilihan Calon dan Wakil Gubernur 2012. Walau sudah di himbau untuk tidak golput agar hak suaranya tidak dipakain untuk kecurangan, namun, setiap rakyat mempunyai hak. Dan menjadi Golongan Putih itu pilihan. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

as sweet as sugar


as sweet as sugar 

when you wear a skirt, you'll look more sweet, maybe you'll as sweet as sugar. haha :)





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Which one better ?


Which one better ?


black make you look gorgeous and slim hehe :)  





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rainy Day


Rainy day

it will rain, where's your sweater to make you warm in this rainy day ?




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Black


Black 

I Love Black, do you love black too ?






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cheer Up


Cheer Up


wear your flower skirt and let the world see how beautiful you are :)





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

08 Desember 2011

Pengenalan Brand atau Merk

Merk adalah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi hal-hal tersebut yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Ada 6 variabel merk adalah:
1. Atribut (merk meningkatkan atribut. Contohnya mobil Mercedez berarti mahal dan bergengsi tinggi.)
2. Manfaat (pelanggan tidak membeli atribut tetapi manfaat. Contohnya mobil membuat saya bergengsi dan dihargai)
3. Nilai (merk menyatakan nilai produsen. Contohnya Mercedez berarti berkinerja tinggi, aman dan bergengsi)
4. Budaya (merk mewakili budaya tertentu. Contohnya budaya Jerman adalah terorganisasi, efisien dan berkualitas.)
5. Kepribadian (merk mencerminkan kepribadian tertentu. Contohnya menggunakan mobil Mercedez mencerminkan kepribadian elegan, berjiwa pemimpin dan berkelas.)
6. Pemakai (merk menunjukkan konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Contohnya pemakai Mercedez diasosiasikan dengan seorang Presiden Direktur)

Lima langkah strategi dalam membangun merk pribadi yang kuat:
1. Temukan target anda (targeting, maksudnya siapa yang menjadi target kita)
2. Kenali persaingan anda sebenarnya (analisis SWOT sendiri dan pesaing, kemudian pastikan pembeli membeli produk kita karena produk kita sesuai dengan apa yang mereka butuhkan)
3. Temukan poin perbedaan anda (maksudnya tampil beda dengan keunikan yang kita punya tetapi pesaing tidak punya)
4. Ciptakan rencana merk pribadi anda dalam pemasaran (dalam merk tersirat pribadi, misal orang berkelas bicaranya sopan dan baik)
5. Tulis pernyataan merk pribadi anda (pernyataan tersebut akan menjadi identitas merk pribadi dan menjadi sebuah catatan pribadi yang tidak perlu diketahui oleh orang lain)


Merk atau brand harus direncanakan dengan cermat karena brand dapat menjadi identitas, cerminan dari visi, kesungguhan, standar kualitas, pelayanan dan komitmen dari pelaku usaha atau pemiliknya.
Unsur dasar penunjang merek atau brand adalah pemilihan warna (warna yang minim dan pilihan warna dasar menentukan kesan pertama), bentuk dan jenis huruf, serta nama yang baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 Desember 2011

Eksekusi Pesan Iklan

Dalam sebuah keputusan eksekusi pesan diperlukan sebuah daya tarik sebuah iklan, yaitu:
1. Daya tarik selebritis (seleb dipakai sebagai figur dalam masyarakat yang bisa memperkuat dan mendorong konsumen agar mau mengkonsumsi sebuah produk. Contohnya Michael Schumacher sebagai bintang iklan jam omega)
2. Daya tarik humor (humor digunakan sebagai bumbu untuk memicu perhatian agar konsumen terpengaruh untuk membeli produk, contoh iklan Telkomsel yang dibintangi oleh pelawak Sule)
Humor merupakan salah satu hal efektif dalam penyampaian iklan, karena:
-Humor merupakan metode efektif untuk menarik perhatian konsumen
-Menyempurnakan kesukaan terhadap iklan maupun merk
-Tidak merugikan secara keseluruhan
-Tidak memberikan keunggulan terhadap nonhumor untuk meningkatkan persuasi
-Lebih berhasil untuk mempertahankan produk dibandingkan untuk memperkenalkan produk
-Cocok pada produk yang berorientasi pada perasaan
3. Daya tarik rasa takut (cocok untuk memperbaiki motivasi)
Mengidentifikasi rasa takut meliputi mengidentifikasi konsekuensi negatif jika tidak menggunakan produk dan mengidentifikasi konsekuensi terhadap perilaku yang tidak aman. Contohnya minum, merokok dan menelepon saat sedang menyetir.
4. Daya tarik rasa takut kita dapat melihat tanggapan dari target pasar (efektif jika penerima pesan percaya diri dan lebih suka mengendalikan bahaya daripada menghindarinya, sertapenerima pesan yang bukan sebagai pemakai produknya) contohnya mencegah orang bukan perokok untuk tidak merokok dibandingkan menghentikan orang yang perokok dan iklan permen lolypop chupa chups menggunakan pendekatan seorang cowboy yang perokok.
5. Daya tarik kesalahan (menggunkan daya tarik kesalahan dan berusaha digantikan dengan produk yang diiklankan)
6. Daya tarik komparatif atau perbandingan (contoh iklan kebun binatang: daripada membeli boneka seharga $30, lebih baik melihat jerapah asli di kebun binatang $7)
7. Daya tarik positif atau rasional (berfokus pada praktek, fungsi atau kebutuhan konsumen, secara optimal terhadap suatu produk yang memberikan manfaat pada sebuah merk)
8. Daya tarik emosional (berhubungan dengan kebutuhan psikologis konsumen yang termotivasi untuk membeli karena factor emosional terhadap suatu produk yang dianggap lebih penting dibandingkan hanya tahu kegunaan produk tersebut)

*Gaya dalam pelaksanaan pesan iklan:
1.Menjual langsung (straight sell) contohnya gaya iklan air france dengan judul Flying Cheapy langsung tertuju pada konsumen, terbang murah walaupun tidak duduk tapi masih bisa gantung.
2. Potongan kehidupan (slice of life) didasarkan pada pendekatan pemecahan masalah sehari-hari, contohnya iklan indomie, dulu jualan indomie, sekarang jadi sarjana.
3. Life style (gaya hidup) menekankan bagaimana suatu produk sesuai dengan suatu gaya hidup, contohnya iklan Lee Jeans menggambarkan gaya hidup yang cuek dan santai.
4. Khayalan (fantasi) menciptakan fantasi disekitar produk tersebut atau penggunanya, contohnya iklan shampoo membuat orang berimajinasi memakaishampo tersebut, rambut akan menjadi berkilau, padahal tidak
5. Suasana/citra (mood/image) menciptakan pendekatan yang membangkitkan suasana/ citra disekitar produk yang menciptakan sebuah sugesti, contoh iklan avanza menggambarkan suasana bersama keluarga
6. Symbol kepribadian menciptakan sebuah karakter yang menjadi personifikasi produk tersebut, contoh Marlboro karakternya macho
7. Keahlian teknis menciptakan pendekatan, keahlian, pengalaman dan kebanggan perusahaan dalam memproduksi produknya dengan teknis yang akurat, contoh masako
8. Bukti ilmiah menggunkan pendekatan dengan menyajikan bukti survey/ilmiah/ lab untuk memperkuat bukti kualitas sebuah produk, contoh asuransi, obat-obatan (testimoni, memakai obat tertentu akan sembuh)
9. Bukti kesaksian menggunakan sebuah personal saat menggunakan produk dan memberikan komentar kepada khalayak.

*Dalam iklan, ada 10 yang penting:
1. Name of product, contoh iklan Whisky White Horse, nama dan iklannya dituang muncul kuda putih
2. Product itself, langsung spot ke produknya, contoh coklat M&M ada bentuk mahkotanya pakai coklat
3. Packaging, menyorot bentuk packaging, contoh iklan vodka absolute purity memakai latar air terjun bentuk botol
4. How the product it’s made, contoh iklan burger butuh berapa bahan tertentu untuk produksi burger
5. Product history, contoh jamu cap tertentu sudah ada sejak kapan
6. Something happened around us, contoh iklan muka orang dibentuk tulisan, orang yang dipakai adalah orang yang sedang booming
7. Without the product, contoh hubungan intim tanpa kondom seperti bersama kalajengking akan terkena aids dan iklan children hospital yang slogannya jangan perlakukan anak kecil seperti dewasa
8. What happened with product, contoh iklan Volvo, setan tidak bisa mengejar mobilnya, jadi terkesan aman dan iklan diet pepsi yang orangnya bisa masuk ke kandang tikus
9. What happened with the product & without the product, contoh detergen yang disajikan tayangan before and after dalam hal menghilangkan noda
10. Media where the product will run for, contoh iklan beras tidak efektif jika diiklankan di televisi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jumat, 04 November 2011

Menyiasati Iklan Akrobat

Iklan akrobat adalah iklan yang dibatasi penggunaannya dalam masyarakat.
Akrobat adalah kepanjangan dari Alkohol, Kondom, Rokok dan Obat-obatan.

*Aturan Iklan Rokok adalah:
Secara tegas melarang memperlihatkan produk rokok dan asapnya justru menguntungkan dan membebaskan pembuat iklan. Maksudnya pembuat iklan menjadi kreatif dan mengembangkan ide-ide yang baru.
Ide mereka melanglang buana dengan hanya mengambil salah satu atribut dari brand tersebut yang dianggap paling pantas untuk menjadi landasan kreaif. Maksudnya karena dihimpit, idenya menjadi melanglang buana (out of box) sehingga memacu otak untuk menciptakan ide-ide kreatif yang baru.

*Aturan iklan Farmasi:
Iklan farmasi merepotkan biro iklan, karna ada kata-kata dan visual yang tidak boleh digunakan dan ada juga yang justru harus dicantumkan.
Pihak POM sering menghakimi, tidak jelas mana yang melanggar dan yang tidak melanggar.
Dalam menyiasati aturan iklan farmasi, perlu pengertian klien bahwa iklan yang serius tidak harus penanganannya juga serius.

Iklan kondom masih berpeluang untuk tetap kreatif karena tidak berbahaya seperti menelan obat, jadi tidak terlalu ketat.
Iklan alkohol sangat dilarang untuk dipublikasikan di media elektronik dan sebagian media terkemuka (above the line).
Iklan alkohol sangat inspiring bagi pembuat iklan. Itulah sebabnya iklannya umumnya sangat kreatif.
Akibat aturan atau larangan tersebut, karena tidak boleh beriklan di Above The Line, jadi tidak banyak iklan yang bisa kita lihat.
Tidak ada ide untuk menyiasati aturan tersebut, selain bergerilya di Below The Line dan Event.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Bab 3 : Tujuan atau Obektif Periklanan

Aspek terpenting dalam manajemen adalah menentukan tujuan (obejective). Tanpa tujuan yang baik, tidak mungkin mengarahkan dan mengendalikan keputusan. Bisa saja hasil yang baik dicapai tanpa adanya tujuan, tetapi dalam era manajemen modern sekarang hal itu akan menjadi langka Sekali dan tidak langgeng. Pada masa-masa lalu, umumnya kegiatan periklanan ditangani secara penuh oleh perusahaan ( pengiklan ). Namun, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan agen periklanan akhir-akhir ini, keputusan tentang kegiatan kreatif dalam periklanan telah dapat dialihkan pada pihak ketiga itu. Tanggapan dalam kegiatan periklanan dewasa ini adalah membawa konsep manajemen efektif pada proses periklanan. Kunci terpenting dari semua ini adalah penentuan tujuan.

A.    Tujuan Periklanan
1.    Sebagai alat bagi komunikasi dan koordinasi
Tujuan memberikan tuntunan bagi pihak-pihak yang terlibat, yakni pengiklan (klien), account excecutive dari pihak biro, dan tim kreatif untuk saling berkomunikasi. Tujuan juga membantu koordinasi bagi setiap kelompok kerja, seperti suatu tim yang terdiri dari copywiter, spesialis radio, pembeli media, dan spesialis riset.
2.    Memberikan kriteria dalam pengambilan keputusan
Jika ada dua alternatif dalam kampanye iklan, salah satu daripadanya harus dipilih. Berbeda dengan keputusan yang dilakukan berdasarkan selera eksekutif. Mereka semua harus kembali pada tujuan dan memutuskan mana yang lebih cocok.
3.    Sebagai alat bagi evaluasi
Tujuan juga digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap hasil suatu kampanye periklanan. Oleh karena itu timbul kebutuhan untuk mengaitkan beberapa ukuran seperti pangsa pasar atau kesadaran merek dengan tujuan kampanye periklanan.
Tingkat Penjualan Tertentu sebagai Tujuan
Dengan demikian maka tujuan periklanan, sama seperti tujuan perusahaan secara keseluruhan, harus dapat dioperasionalisasikan. Penentuan tujuan yang baik tidak saja efektif bagi penentuan kriteria untuk pengambil keputusan, tetapi jufa memberikan standar untuk membandingkannya dengan hasil akhir. Di samping itu, tujuan juga akan sangat membantu dalam komunikasi dan membuat suatu garis antara keputusan strategis dan keputusan taktis.
Namun demikian, mengatakan bahwa iklan dapat secara langsung mempengaruhi tingkat penjualan (sama seperti mengatakan memaksimumkan keuntungan) sebenarnya juga tidak bersifat operasional. Hal ini disebabkan oleh dua hal :
1.    Iklan bukanlah satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran. Selain iklan, ada unsur-unsur yang lain turut dikendalikan secara bersama-sama untuk mencapai suatu tingkat penjualan tertentu, yakni harga, distribusi, pengemasan, penampilan produk, mutu, merek ataupun selera pasar. Sangat sulit memisahkan pengaruh iklan terhadap penjualan.
2.    Iklan memberikan dampak bagi peningkatan penampilan perusahaan dalam jangka panjang ( bukan jangka pendek ). Jadi dampak iklan bagi penjualan baru terasa setelah iklan dimuat dalam suatu rangkaian waktu secara terus-menerus.

Tujuan Yang Lebih Operasional
Jika iklan tidak dapat mempengaruhi penjualan secara langsung, apakah yang bias diandalkan sebagai tujuan? Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada perilaku apa yang diharapkan : mempercepat, merangsang, mengubah, atau mempengaruhi perilaku tersebut.
Ada dua langkah yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi perilaku itu, yakni :
1.             Melakukan analisa terhadap pola-pola perilaku yang tampak pada :
·      Pembelian coba – coba oleh konsumen baru.
·      Mempertahankan kesetiaan pasar yang ada
·      Merosotnya frekuensi pembelian.
·      Kerugian mengunjungi pengecer.
Aspek-aspek terpenting dari analisa ini adalah memperkirakan dampak setiap alternatif terhadap keberhasilan jangka panjang. Misalnya jika ada jumlah konsumen baru yang tertarik untuk mencoba merek sesuatu produk, maka dapat diramalkan bahwa mereka mulai menyukai dan akan membeli pada masa mendatang. Setiap perkiraan akan menghasilkan data yang dapat dibandingkan dengan biaya untuk menarik konsumen menerima percontoh.
2. Analisa komunikasi dan proses pengambilan keputusan yang
      mempengaruhi perilaku.
Secara operasional ini melibatkan pengukuran terhadap respons dari iklan yang intensif antara incidence dan stimules. Beberapa ukuran respons disebut intervening variables dan mengacu pada aspek-aspek mental seperti kesadaran, pengetahuan, dan sikap. Jadi cara terbaik untuk mendorong konsumen mau mencoba sesuatu adalah dengan menekankan kesadaran yang tinggi. Cara terbaik untuk memelihara kesetiaan konsumen adalah memperkuat sikap.



Dinamika Perilaku Konsumen
Ada tiga factor yang menyebabkan meningkatnya penjualan, atau lebih umum, meningkatnya pemakaian suatu produk dipasaran, yakni :
1.    Adanya konsumen baru yang tertarik untuk mulai mencoba.
2.    Meningkatnya kesetiaan konsumen yang ada.
3.    Adanya rangsangan pada konsumen yang ada untuk memperluas pemakaian produk tersebut, dalam arti memakai lebih banyak dan lebih sering.

1.    KONSUMEN BARU
Didalam pasar ada tiga tipe konsumen :
·      Segmen A : Terdiri dari para konsumen suatu produk.
Sebagian sangat setia dan tidak membeli merek lain, tetapi sebagian lagi agak genit dan suka bermain mata dengan merek lain, entah karena sekedar ingin mencoba atau untuk kegunaan yang berbeda.
·      Segmen B : Terdiri dari konsumen yang sama tidak mau menyentuh merek tertentu.
Sebagian dari mereka sangat loyal pada merek B, sedangkan sebagian lainnya main mata terhadap merek lain tapi tidak pada merek tadi.
·      Segmen C : Terdiri dari mereka yang sama Sekali belum mencoba produk-produk dari kelas produk yang di tawarkan.

2.    KESETIAAN KONSUMEN YANG ADA
Konsumen produk tertentu yang berada pada segmen A umumnya menjadi konsumen produk-produk pihak pesaing. Komsumen yang demikian dapat dikatakan kurang loyal. Sebagian lagi sangat fanatik dan mengambil produk tertentu tadi sambil menutup mata. Jarang Sekali konsumen seperti ini terpikat oleh produk pesaing, kendati diletakkan sejajar di atas rak-rak pasar swalayan.
Tugas seorang manajer produksi disini adalah meningkatkan kesetiaan mereka dan menguasai kegenitan konsumen terhadap pesaing baru. Iklan digunakan untuk meningkatkan para konsumen agar tetap setia dan bahwa produk yang sudah digunakan lebih baik.
3.    MENINGKATKAN PEMAKAIAN
Adalah sangat mungkin meningkatkan frekuensi pemakaian oleh konsumen yang ada atas suatu produk. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan frekuensi pemakaian, yaitu :
1.    Pemakaian lebih sering
2.    Pemakaian lebih banyak dalam Sekali pakai
3.    Pengenalan cara penggunaan yang baru.


METODE DAGMAR
Pada tahun 1961 Russell H. Colley, atas sponsor Assosiasi Periklanan Nasional Amerika menulis buku yang diberi judul Defining Advertising Goals fot Measured Advertising Results. Buku ini kemudian menjadi sangat terkenal di kalangan praktisi periklanan Amerika dengan konsep yang disebut DAGMAR untuk memilih dan menentukan Tujuan.

PROSES KOMUNIKASI
Tujuan periklanan umumnya mengandung misi komunikasi. Periklanan adalah suatu komunikasi massa dan harus dibayar untuk menarik kesadaran, menanamkan informasi, mengembangkan sikap, atau mengharapkan adanya suatu tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.
Jika tugas yang diemban periklanan dalam komunikasi adalah menciptakan kesadaran (misalnya tampak pada meningkatnya jumlah orang yang menanyakan atau membicarakan kehadiran suatu produk), masih lebih sulit lagi adalah membawa hasil lebih banyak lagi. Ada sejumlah faktor lain yang turut mempengaruhi hasil akhir ini, misalnya publisitas dan daya saing produk.
Sangat penting untuk memahami periklanan sebagai komunikasi masa yang merupakan bagian dari keseluruhan aktivitas dibidang pemasaran. Tujuan pemasaran bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan tujuan periklanan. Dalam suatu perusahan dapat ditemukan semacam hierarki tujuan, dari tingkat yang paling tinggi hingga tujuan tiap-tiap bagian. Tujuan periklanan merupakan suatu tugas komunikasi yang harus menunjang setiap tujuan pemasaran, tetapi secara nyata kegiatannya berbeda sama Sekali. Jadi, Sekali lagi, tujuan periklanan bukanlah semata-mata komunikasi.
Dalam pendekatan DAGMAR, dikembangkan suatu metode yang disebut proses komunikasi yang terdiri dari langkah-langkah yang harus dilalui suatu produk untuk sampai pada tujuan yang dikehendaki, yaitu berupa tindakan yang diambil konsumen.
Proses Komunikasi.


ASPEK-ASPEK NON KOMUNIKASI
1.    Harus Terukur
Dagmar harus dirumuskan secara spesifik. Jika kita sydag sampai pada tahap pemahaman dalam suatu proses hierarki komunikasi, citra seperti apa yang ingin dikomunikasikan harus dinyatakan secara terukur.
2.    Harus Ada Patokan ( Target )
Patokan akan memberi pegangan yang jelas untuk menentukan apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk mencapainya. Aspek terpenting dalam menentukan sasaran periklanan adalah mengetahui posisi anda. Mungkin saja kegagalan akan terjadi karena kesalahan dalam mendefinisikan posisi ini. Mungkin suatu kampanye dilakukan untuk membangkitkan kesadaran terhadap suatu produk, tetapi ternyata kesadaran khalayak sasaran sudah sangat tinggi.
3.    Sasaran Harus Jelas
Pasar harus didefinisikan secara jelas. Siapa sasaran produk anda dan apakah sasarannya tepat untuk produk yang demikian? Pernah terjadi, suatu media direncanakan untuk kalangan bisnis. Setahun beredar, dengan konsep produk yang sama, dilakukan survei pembaca. Ternyata sebagian besar khalayak sasarannya mahasiswa. Pekerjaan mengubah atau meluruskan sasaran kembali seperti sedia kala adalah pekerjaan yang jauh lebih sulit, sebab produk yang sudah beredar dipasar sudah terlanjur membentuk persepsi sendiri, baik dikalangan konsumen maupun penyalur. Dalam hal seperti ini, yang mungkin dilakukan adalah membuat produk baru untuk melayani segmentasi yang dikehendaki.
4.    Harus Ada Perioditas
Tujuan harus dinyatakan dalam suatu target waktu, misalnya, dalam jangka 6 bulan atau 1 tahun. Dengan jangka waktu yang di batasi dengan jelas ini, semua pihak yang terlibat akan tahu persis bahwa pada akhir periode aka nada evaluasi. Selanjutnya dapat ditentukan apakah program tersebut akan diperpanjang, diganti dengan program lain, atau dihentikan sama Sekali.
5.    Harus Tertulis
Semua rencana dan sasaran yang hendak dicapai tersebut harus dituangkan dalam selembar kertas yang akan dibagikan pada pihak-pihak yang terlibat. Segala sesuatu yang sudah dituangkan dalam bentuk tertulis ini dapat dianggap sebagai suatu komitmen yang mengikat baik pengiklan maupun biro iklan.

PENDEKATAN 6-M
Metode yang diajukan oleh Colley dalam bukunya mengenai DAGMAR memang tidak memberikan bekal yang praktis bagi para praktisi. Namun demikian, untuk mengatasi hal tersebut, colley memberikan pendekatan 6-M sebagai suatu proses pengumpulan informasi secara sistematis untuk menganalisa situasi pasar.
1.    Merchandise
Sebelum langkah-langkah kampanye dilakukan, disarankan agar kekuatan dan kelemahan relatif produk yang bersangkutan dianalisa terlebih dahulu. Dengan evaluasi ini diharapkan dapat ditentukan hal-hal apa yang dapat dijajakan pada pasar sebagai keuntungan diferensial disbanding dengan membeli produk saingan.
2.    Market
Merupakan analisa terhadap pasar dewasa ini serta pasar yang potensial untuk dikembangkan kelak. Tujuan perusahaan harus mencakup usaha mengidentifikasikan segmentasi pasar, termasuk pola konsumsi dan hal-hal yang dapat mempengaruhi konsumsi. Demikian pula analisa dampak iklan terhadap perilaku para penyalur. Apakah para penyalur merasa sangat terbantu oleh iklan? Atau apakah iklan itu telah menimbulkan kegairahan di kalangan mereka untuk lebih mengutamakan produk anda daripada produk saingan yang jarang diiklankan atau tidak diiklankan dengan baik?
3.    Motives
Ini meliputi analisa terhadap latar belakang seseorang membeli suatu produk. Apa alasan-alasan rasional dan atau alasan emosional yang merangsang suatu pembelian? Bagaimana system system konsumsi yang relevan? Apa sasaran dari system ini? Jika seseorang membeli teh botol, apakah ia merasa sama dengan minum teh yang biasa disajikan dirumah dalam suasana santai diatas cangkir, atau merasa bergaya seperti menikmati minuman ringan lainnya? Atau, apakah seseorang membeli mobil karena fungsinya atau karena alasan-alasan gengsi? Demikian juga orang yang bersantap siang direstoran, apakah karena alasan perut atau mungkin suasana yang dicari oleh konsumen? Tujuan untuk setiap pemenuhan motivasi yang berbeda-beda, sekalipun produknya sama, sebenarnya tidak sama.
4.    Message
Apa saja alternatif yang hendak ditonjolkan untuk mempengaruhi calon pembeli? Pesan apa yang disampaikan oleh saingan anda? Hendaknya pesan yang diberikan mengandung unsure pembedaan yang dapat menimbulkan persepsi yang baik dibenak calon pembeli. Dalam membahas pesan yang ingin disampaikan, termasuk di dalamnya adalah tema-tema apa yang hendak digunakan untuk mempengaruhi calon pembeli.
5.    Media
Setelah sasarannya jelas, maka perlu diputuskan di media-media mana sajakah pesan akan disampaikan? Demikian juga pertanyaan berikut : kapan pesan itu disampaikan, dan seberapa sering?
6.    Measurement
Kesemua ini memerlukan ukuran-ukuran untuk menentukan keberhasilan pada masa mendatang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS